Media pemerintah Iran dan sejumlah laporan internasional telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya di Tehran. Khamenei, yang menjabat sejak 1989, dikabarkan meninggal bersama beberapa pejabat dan anggota keluarganya setelah serangan tersebut.
Tentunya dengan fenomena tersebut terjadinya dampak konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia.
kondisi perang Amerika dan Iran berimplikasi terhadap kondisi ekonomi di Negara lain salah satunya Indonesia, Indonesia salah satu Negara yang rentan terhadap dampak ketidakstabilan geopolitik.
Iran salah satu Negara dengan cadangan minyak terbesar kedua didunia dan mempunyai tata kelola selat hormuz, dimana selat hormuz memainkan peran krusial sebagai jalur utama pengangkutan minyak dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar 15-20 juta barel minyak mentah per hari, atau 15-20% dari kebutuhan global, melewati selat ini dari negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, UEA, Iran, Irak, dan Qatar.
Ketika terjadi penutupan selat hormuz maka terjadi kendala kapal-kapal pengangkut minyak di dunia tidak bisa melakukan pasokan minyak ke Negara nya salah satu nya Indonesia.
Dua kapal tanker pengangkut minyak Pertamina terjebak di selat Hormuz dengan terjebak nya dua kapal tanker minyak pertamina dan ditambah minimnya cadangan pasokan minyak di Indonesia menyebabkan kelangkaan dan panic buying BBM di nasional, seperti yang terjadi sekarang di Bangka Belitung terjaid panic buying, hampir semua SPBU di Bangka Belitung sudah dipadati oleh masyarakat guna untuk mandapatkan BBM sehingga antrian nya sangat padat dan tidak seperti biasanya tidak sedikit mafia lokal mengambil keuntungan atas kondisi tersebut.
Ketika BBM naik drastis tentunya pasti harga sektor primer bahan pokok seperti, beras, gula, tepung, daging ayam, minyak goreng, sayur-sayuran dll ikut menaik sebagai efek domino, kenaikan tersebut harus di mitigasi karena sangat memberatkan masyarakat ditambah dengan dekat nya hari Raya idul Fitri tentunya sangat memperlukan bahan-bahan logistic diatas dengan jumlah besar.
Motif Amerika Invasi Negara-negara kaya atas Sumber Daya Alam (SDA)
Amerika menginvasi Irak, iran, dan beberapa Negara lainya, bukan hanya menunjukan dominasi Amerika sebagai Negara Super Power (Adidaya), namun ada factor lain yang melatarbelakangi Amerika dalam invasi nya. Irak, Iran, dan Venezuella beberapa Negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah di sektor minyak mentah, bahkan Iran mengklaim menemukan cadangan Litium sebesar 8,5 Juta Ton, serangan Amerika ke beberapa Negara tersebut memilki motif ingin menguasai komoditas suatu Negara.
Motif lain dengan invasi Amerika ke Negara Iran, Irak dll tentunya ada faktor persaingan bisnis. Amerika ingin mengurangi impor minyak mentah Negara besar lainya seperti China, China masih bergantung pada impor Minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan industry yang sangat besar.
Produktivitas China dalam melakukan kerja sama Multilateral strategis ekonomi terhadap Negara-negara timur tengah yang berimplikasi dengan kemajuan ekonomi yang sangat pesat.
Melihat hal tersebut Amerika tentunya tidak akan membiarkan dominasi nya di dunia direbut oleh China oleh sebab itu ada semacam intervensi, seperti tarif impor ekspor dan tarif dagang, intimidasi bahkan invasi ke suatu Negara seperti melakukan serangan dan sebagainya hanya untuk melemahkan impor komoditas ke china, dan tentunya jika hal tersebut berkepanjangan akan terganggu nya stabilitas ekonomi China.
DPC GmnI Bangka terhadap kondisi perang Amerika Serikat dan Iran
Sebagai kader Gmni kita sepakat dan konsisten menentang segala bentuk praktek Neo-Kolonialisme dan Imperialisme di muka bumi, sejalan dengan prinsip Marhenisme yang di konsep oleh Bung Karno bahwasanya “ Marheinisme menentang penindasan manusia atas manusia dan penindasan bangsa atas bangsa”. Selaras apa yang dituliskan dalam pemnukaan UUD 1945 yang mengatakan “ Penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan Pri-kemanusiaan dan Pri-keadilan”.
Tidak ada alasan untuk kader GmnI tidak mengecam dan menentang atas perbuatan Amerika Serikat dalam menginvasi Negara-negara lain, secara tegas Kader GmnI berkomitmen dan konsisten terus untuk menyuarakan Perdamaian atas perdaulatan bangsa-bangsa.












