Kebutuhan Darah Pangkalpinang Tembus 18 Ribu Kantong Setahun, PMI Apresiasi PT TIMAH (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang mencapai sekitar 18.000 kantong setiap tahun. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya kebutuhan pelayanan transfusi darah, terutama karena ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menjadi salah satu pusat rujukan pasien dari berbagai daerah.
Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan stok darah. Salah satu perusahaan yang berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini adalah PT TIMAH (Persero) Tbk.
Atas kontribusinya, PT TIMAH menerima penghargaan dari Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang sebagai Mitra dengan Partisipasi Pendonor Terbaik Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Pemberian Penghargaan bagi Mitra dan Instansi Penyelenggara Donor Darah Tahun 2025 di Ruang Pertemuan Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (29/10/2026).
Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi kepada mitra yang berperan aktif dalam mendukung kegiatan donor darah. Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI.
Ia menyebut PT TIMAH sebagai salah satu mitra yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Pada 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-49 perusahaan, PT TIMAH berhasil menghimpun 1.096 kantong darah melalui kegiatan donor darah di sejumlah wilayah operasionalnya.
“Alhamdulillah, kami dari PMI bersyukur memiliki mitra seperti PT TIMAH yang turut membantu menjaga ketersediaan darah. Kami berharap kerja sama ini bisa semakin aktif dan tidak hanya dilakukan saat peringatan hari ulang tahun. Ke depannya, kalau memungkinkan, kegiatan donor darah dapat dilaksanakan secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali di lingkungan PT TIMAH,” ujar Iqbal.
Menurutnya, kebutuhan darah yang mencapai sekitar 18.000 kantong per tahun tidak terlepas dari peran Pangkalpinang sebagai pusat rujukan pasien dari berbagai wilayah, termasuk Belitung. Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit membutuhkan dukungan ketersediaan darah yang memadai, terutama ketika transfusi diperlukan dalam proses penanganan medis.













