Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Dari Atraktor hingga Restocking, PT TIMAH Jaga Cumi-Cumi demi Keberlanjutan Rezeki Nelayan

×

Dari Atraktor hingga Restocking, PT TIMAH Jaga Cumi-Cumi demi Keberlanjutan Rezeki Nelayan

Sebarkan artikel ini

Dari Atraktor hingga Restocking, PT TIMAH Jaga Cumi-Cumi demi Keberlanjutan Rezeki Nelayan (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Keberlanjutan hasil tangkapan nelayan tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekosistem laut. Ketika habitat biota terjaga, peluang sumber daya perikanan untuk berkembang pun semakin terbuka. Berangkat dari prinsip tersebut, PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong pemulihan ekosistem laut melalui berbagai program konservasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu fokusnya adalah menjaga populasi cumi-cumi, komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pesisir. Upaya dilakukan melalui pemasangan atraktor cumi, penyediaan habitat, serta restocking untuk meningkatkan peluang hidup biota tersebut sebelum kembali ke perairan alami.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga potensi perikanan agar tetap memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan.

Pada 6 Oktober 2026, PT TIMAH bersama Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka.

Atraktor tersebut diharapkan menjadi tempat berlindung dan pemijahan cumi-cumi, sekaligus menyediakan media bagi biota laut untuk menjalani siklus hidupnya. Dengan dukungan habitat yang memadai, keberlanjutan populasi cumi-cumi diharapkan dapat terjaga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi PT TIMAH dan HNSI dalam mendukung upaya pemulihan habitat cumi-cumi.

Ia menjelaskan, pemasangan atraktor di Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB). Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan perairan.

“Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT TIMAH, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan atraktor cumi ya,” ujar Boy Yandra.

Cumi-Cumi, Komoditas Bernilai Ekonomi

Perhatian terhadap keberlanjutan cumi-cumi juga terlihat di Kabupaten Belitung. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT TIMAH menenggelamkan 30 unit atraktor cumi di perairan Sungai Padang, Kecamatan Sijuk.

Program tersebut ditujukan untuk mendukung Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bekayo di Desa Sungai Padang, sekaligus membantu menjaga kelestarian sumber daya kelautan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang dinilai turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kepedulian PT TIMAH dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dengan menenggelamkan atraktor cumi di perairan Sungai Padang,” kata Ade Winarko, dikutip dari Antara.

Menurut Ade, atraktor cumi memiliki fungsi penting sebagai media pemijahan dan tempat menempelkan telur. Kehadirannya diharapkan dapat membantu menjaga populasi cumi-cumi agar tetap tersedia di perairan setempat.

Bagi masyarakat pesisir Belitung, keberlanjutan komoditas ini memiliki arti penting. Data Dinas Perikanan Kabupaten Belitung mencatat produksi tangkapan cumi-cumi pada 2025 mencapai 3.314 ton.

Produksi tersebut menggambarkan besarnya potensi cumi-cumi dalam menopang kegiatan perikanan daerah. Karena itu, menjaga populasinya bukan semata-mata persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *