Hadapi Potensi Gejolak Harga, Pemkab Belitung Siapkan Strategi Jelang Ramadhan (E: Theo.Asw)
TANJUNGPANDAN, LIPUTANSATU.COM,– Pemerintah Kabupaten Belitung mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga dan keterbatasan stok bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Antisipasi Ketersediaan Stok dan Harga Bahan Pokok yang digelar pada Kamis (5/2/2026).
Rapat tersebut menjadi forum penting dalam menyatukan langkah lintas sektor, guna menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang Ramadhan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Belitung, Syamsudin, mengatakan bahwa pemerintah daerah secara konsisten melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok setiap tahun menjelang bulan puasa.
“Rapat koordinasi dan pemantauan pasar ini rutin kita lakukan untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rifki, membeberkan kondisi inflasi di Tanjungpandan. Ia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas menunjukkan tren kenaikan harga dalam dua tahun terakhir.
Komoditas tersebut meliputi daging ayam ras, ikan bulat, ikan kerisi, angkutan udara, emas perhiasan, serta sigaret kretek mesin. Selain itu, berdasarkan data 2025, inflasi tahunan juga dipengaruhi oleh cumi dan ikan segar, bawang merah, cabai, beras, hingga sayuran hijau.
Pengendalian Inflasi Lewat Pendekatan Terpadu
Rifki menegaskan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara terpadu melalui pendekatan 4K. Pendekatan ini menitikberatkan pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
“Kelembagaan di daerah harus dioptimalkan, mulai dari pemerintah desa, koperasi, asosiasi, hingga stakeholder lainnya, agar persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional bisa lebih matang,” ujarnya.






