DPRD Babel Desak Pembenahan Pelabuhan, Pelindo Beberkan Akar Masalah Sedimentasi yang Hambat Kapal Cepat (P/E: Yosua.Asw)
JAKARTA, LIPUTANSATU .COM, — Harapan masyarakat Bangka Belitung untuk kembali menikmati layanan kapal cepat menuju Jakarta menjadi salah satu fokus pembahasan Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat bertemu jajaran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka antara legislatif dan Pelindo untuk membedah berbagai persoalan yang selama ini menghambat optimalisasi pelabuhan, mulai dari sedimentasi, keterbatasan alur pelayaran, hingga rencana pengembangan infrastruktur di Bangka Belitung.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo, Henri Ginting, mengawali penjelasannya dengan memaparkan kondisi dua pelabuhan utama, yakni Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.
“Sedimentasi menjadi tantangan utama. Persoalannya cukup kompleks karena tidak hanya menyangkut pengerukan, tetapi juga memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan timah,” ungkap Henri.

Perwakilan Pelindo Bangka, Yoga, memastikan bahwa survei terhadap kondisi alur pelayaran telah dilakukan.
“Kami tidak tinggal diam. Survei sudah selesai dilaksanakan dan akan menjadi dasar tindak lanjut untuk meningkatkan pelayanan Pelabuhan Pangkal Balam,” ujarnya.

General Manager Pelabuhan Tanjung Pandan, Andi, menambahkan bahwa kondisi geografis Sungai Cerucuk membuat operasional kapal sangat dipengaruhi pasang surut.













