“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT TIMAH. Bantuan ini sangat berarti untuk kelancaran kuliah saya dan meringankan beban keluarga,” ujarnya.
Kini, Annida membawa satu target utama: menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan hasil terbaik. Baginya, dukungan yang diterima bukan hanya soal biaya, tetapi juga kepercayaan untuk terus berkembang dan kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia ingin ilmu keperawatan yang dimilikinya menjadi bekal untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan setelah menyelesaikan pendidikan profesi Ners.
“Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk menyelesaikan pendidikan. Saya ingin menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan hasil yang memuaskan dan nantinya bisa mengabdikan diri di bidang kesehatan,” katanya.
Perjalanan Annida juga menyimpan pesan kuat bagi anak-anak muda yang tengah berhadapan dengan keterbatasan. Menurutnya, keadaan tidak seharusnya mematikan keberanian untuk bermimpi.
“Jangan pernah patah semangat untuk mencoba dan berusaha. Selalu maksimalkan potensi diri dan imbangi dengan doa, karena kesempatan baik seperti program pendidikan akan selalu ada bagi mereka yang gigih berjuang,” pesannya.
Ia pun berharap program pendidikan PT TIMAH terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki prestasi tetapi menghadapi keterbatasan biaya.
“Semoga PT TIMAH semakin sukses dan selalu diberikan keberkahan dalam setiap langkah dan program pendidikannya, sehingga manfaatnya semakin luas di dunia pendidikan,” ujarnya.













