Menurut Mardiyah, mahasiswa semester empat mulai memasuki tahap pembelajaran berbasis aplikasi sehingga interaksi langsung dengan industri menjadi pengalaman yang sangat penting. Ia juga mengapresiasi peran PT TIMAH yang selama ini menjadi mitra strategis UBB dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan mahasiswa.
“Mahasiswa di Bangka Belitung harus menguasai pertambangan timah dari hulu hingga hilir. Melihat langsung proses di PT TIMAH menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan Fakultas Teknik Pertambangan UNP, Fariz Aditya, menilai kunjungan ini memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai rantai bisnis pertambangan timah.
“Kami sangat berterima kasih karena mahasiswa memperoleh kesempatan melihat langsung proses penambangan hingga pengolahan dan pemurnian timah. Pengalaman seperti ini tidak semua mahasiswa pertambangan bisa mendapatkannya,” ungkap Fariz.
Ia menambahkan, pembelajaran langsung di industri akan menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Bahkan, sejumlah alumni yang pernah mengikuti kunjungan serupa kini telah berkarier di PT TIMAH.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan selama kunjungan. Ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen,” tuturnya.
Melalui program kunjungan industri yang berkelanjutan, PT TIMAH terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dunia pendidikan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kesiapan untuk mendukung kemajuan industri pertambangan nasional.













