Ia menilai, pelatihan kepemimpinan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari proses membentuk karakter, wawasan, dan kemampuan berkolaborasi.
“Pelatihan atau kursus kepemimpinan merupakan langkah strategis untuk membentuk leadership sejak awal,” ujarnya.
Selain memperkuat kapasitas kepemimpinan, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan antarpemuda dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap pelaksanaan KKL Pemuda Katolik Tingkat Nasional Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi peserta maupun daerah.
Agustu juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan pusat Pemuda Katolik Indonesia yang telah mempercayakan Pangkalpinang sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa Pangkalpinang mampu menjadi kota yang terbuka, ramah, dan siap menjadi tempat bertumbuhnya gagasan-gagasan besar anak muda Indonesia.












