Bangka BelitungBeritaORGANISASIPangkalpinang

Dari Panggung ke Perlawanan: Koalisi Muda Babel Gugat Pendidikan Mahal dan Ketimpangan Sumber Daya

22
×

Dari Panggung ke Perlawanan: Koalisi Muda Babel Gugat Pendidikan Mahal dan Ketimpangan Sumber Daya

Sebarkan artikel ini

Dari Panggung ke Perlawanan: Koalisi Muda Babel Gugat Pendidikan Mahal dan Ketimpangan Sumber Daya (P/E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, – Hari Pendidikan Nasional tahun ini di Pangkalpinang tak diisi dengan seremoni semata. Ia berubah menjadi ruang gugatan. Melalui Panggung Rakyat, koalisi lintas organisasi menghadirkan suara kolektif kaum muda yang resah terhadap mahalnya pendidikan dan menyempitnya ruang hidup masyarakat.

Koalisi yang terdiri dari Sang Puan Indonesia Lestari, GMNI, Walhi Bangka Belitung, SEMPRO, Kopassas, Lintas Diskusi Gender, HIMA Serda, BEM KM FISIP UBB, Himasos UBB, Himapol UBB, dan LPM Alternatif UBB ini mengusung tema besar tentang perlawanan terhadap penindasan dan perjuangan menghadirkan keadilan sosial.

Sejak awal kegiatan, suasana diskusi dipenuhi kegelisahan yang nyata. Alfi dari Sang Puan Indonesia Lestari mengungkap fakta lapangan yang mencemaskan: rendahnya akses pendidikan tinggi di Bangka Belitung.

“Kami menemukan banyak anak muda yang terpaksa berhenti sekolah. Realitanya, hanya sebagian kecil yang bisa kuliah. Ini menunjukkan bahwa pendidikan belum benar-benar menjadi hak yang bisa diakses semua orang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tekanan ekonomi menjadi faktor utama. “Ketika ruang ekonomi dibatasi, masyarakat kehilangan daya. Pendidikan akhirnya menjadi sesuatu yang sulit dijangkau,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Subhan Hafiz dari Walhi Bangka Belitung menegaskan bahwa persoalan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari struktur ketimpangan yang lebih luas.

“Kita menghadapi krisis ganda: ketimpangan dan krisis iklim. Sumber daya alam dikuasai segelintir pihak, sementara masyarakat kehilangan akses terhadap tanah dan lautnya sendiri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *