Dari Lumut, Suara Itu Menguat: Rudianto Tjen dan Janji Tak Putus untuk Rakyat Kecil (P/E: Yosua.Asw)
BELINYU, LIPUTANSATU.COM, — Riuh rendah suara warga Desa Lumut menggambarkan satu hal: harapan yang tak pernah padam. Dalam agenda reses Ir. Rudianto Tjen, sekitar dua ratus warga berkumpul, menghadirkan energi kebersamaan yang kuat di tengah berbagai dinamika kehidupan.
Sebagai Anggota DPR RI dari dapil Bangka Belitung, Rudianto Tjen hadir bersama Senator Bahar Buhasan serta anggota DPRD dari berbagai tingkatan—Imam Wahyudi, Ibu Acet, Supendi, dan Eri Gustian. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa perjuangan politik tidak berdiri sendiri, tetapi bergerak bersama.
Imam Wahyudi membuka pertemuan dengan pesan yang menyentuh, menekankan pentingnya hubungan antara rakyat dan wakilnya.
“Kalau kita kenal wakil kita, maka aspirasi akan lebih mudah tersampaikan,” katanya.
Para anggota DPRD pun menyuarakan hal yang sama. Mereka mengakui bahwa kepercayaan rakyat adalah dasar dari segala perjuangan yang mereka jalankan.
“Kami ada karena Bapak Ibu. Maka kami wajib memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tegas mereka.
Ketika Rudianto Tjen mulai berbicara, suasana berubah menjadi penuh semangat. Pekikan “Merdeka” yang ia gaungkan disambut serempak oleh warga, menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Namun, di balik semangat itu, pesan yang disampaikan tetap tajam dan membumi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya adalah untuk melayani, bukan sekadar memenuhi agenda.






