Deskripsi Gambar

Bangka TengahBeritaORGANISASIPendidikanPerguruan Tinggi

Bukan Sekadar Promosi, UBB Siapkan Desa Namang Mengelola Wisata di Era Digital

×

Bukan Sekadar Promosi, UBB Siapkan Desa Namang Mengelola Wisata di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Bukan Sekadar Promosi, UBB Siapkan Desa Namang Mengelola Wisata di Era Digital (E: Yosua.Asw)

BANGKA TENGAH, LIPUTANSATU .COM, – Kekayaan alam dan budaya belum cukup untuk menjadikan sebuah desa sebagai destinasi wisata unggulan. Potensi itu membutuhkan pengelolaan yang terarah, sumber daya manusia yang siap, serta strategi promosi yang mampu menjangkau wisatawan lebih luas.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Bangka Belitung (UBB) turun mendampingi Pemerintah Desa Namang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun Pendanaan 2026.

Pendampingan yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 itu berfokus pada pengembangan dan pengelolaan desa wisata berbasis teknologi informasi. Langkah ini diarahkan untuk membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus membangun tata kelola pariwisata yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Desa Namang menyimpan beragam daya tarik, mulai dari Hutan Pelawan, hamparan persawahan, kuliner, produk UMKM, hingga potensi wisata religi dan kerajinan lokal. Seluruh potensi tersebut dapat menjadi kekuatan pengembangan ekonomi desa apabila dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan ini didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBB. Tim pengabdian yang terdiri dari Dini Wulansari, Hormus Firdaus, dan Muhammad Jumnahdi bekerja bersama perangkat desa serta Pokdarwis untuk membahas penggalian potensi dan penguatan sistem informasi wisata.

Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Diana Anggraini membahas potensi wisata Desa Namang, sementara Ghiri Basuki Putra menyampaikan materi tentang sistem informasi Desa Wisata Namang.

Potensi Tersembunyi Jangan Dibiarkan

Pengembangan wisata Namang dinilai masih memiliki ruang yang luas untuk diperkuat. Diana Anggraini mendorong masyarakat agar tidak berhenti pada destinasi yang sudah populer, tetapi mulai menggali potensi lain yang memiliki nilai budaya dan daya tarik tersendiri.

Hasil diskusi mengidentifikasi kawasan makam keramat Atok Ngurus sebagai salah satu peluang pengembangan wisata religi. Selain itu, kerajinan anyaman akar bahar dari Desa Namang juga berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Potensi tersebut perlu ditata dengan memperhatikan nilai budaya, karakter masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Keterlibatan warga menjadi penting agar pengembangan destinasi tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan membuka peluang ekonomi.

Namun, potensi yang melimpah tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan pengelolaan informasi yang baik. Wisatawan membutuhkan informasi yang jelas mengenai lokasi, daya tarik, produk unggulan, aktivitas wisata, serta layanan yang dapat mereka akses.

Di sinilah teknologi informasi memegang peranan strategis. Sistem informasi desa wisata dapat menjadi pintu masuk bagi calon pengunjung untuk mengenal Namang sekaligus menjadi sarana pengelolaan informasi yang lebih terstruktur.

Teknologi Harus Bisa Dikelola Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *