“Khusus di Babel terdapat kurang lebih tahanan kasus narkoba sebanyak 1.600, lalu prevalensi di Nasional penyalahgunaan narkoba mencapai 3,3 juta jiwa.” Katanya.
“Oleh sebab itu, perlunya penanganan serius,” sebutnya.lagi
Kendati demikian, pemberantasan narkoba ini tidak bisa di lakukan oleh satu pihak saja, tetapi harus melibatkan masyarakat.
Kami berharap, para generasi muda ini tidak mencoba narkoba maupun berbagai macam jenisnya, karena efek.yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi akal dan tubuh manusia,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Debby Vita Dewi menyebutkan, kasus narkoba di Babel tinggi terkhusus di Basel ini. Sehingga menurutnya pembentukan Saka Anti Narkoba ini bisa menjadi langkah awal dalam memerangi narkoba.
Saka Anti Narkoba ini bisa menjadi langkah awal dalam memerangi narkoba, khususnya di kalangan para Pemuda maupun Remaja,” terangnya.
Tetapi, dengan melihat kasus penyalahgunaan narkoba ini, khususnya bagi para pemakai saja mungkin tidak menutup kemungkinan Basel bisa membuat tempat khusus Rehabilitasi. Karena saat ini tempat rehabilitasi baru ada di Rumah Sakit Jiwa, dan Klinik BBN Provinsi.
“Kami berharap dengan adanya pembentukan Saka Anti Narkoba ini, kasus narkoba di Basel bisa berkurang dan generasi muda menjadi lebih proaktif dalam memerangi narkoba,” pungkasnya.












