Ari Sutanto dan H. Kamaruddin Satukan Arah, Musrenbang RKPD 2027 Bangka Selatan Dorong Green–Blue Economy Berkelanjutan (E: Yos.Asw)
TOBOALI, LIPUTANSATU.COM,— Dari ruang perencanaan yang penuh gagasan hingga layar virtual yang mempertemukan jarak, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan merangkai arah masa depan dengan satu semangat: pembangunan yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga lestari. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, fondasi pembangunan kembali ditegaskan—berbasis data, aspirasi, dan keberlanjutan.
Kegiatan yang digelar oleh ini berlangsung secara tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting, mencakup Kecamatan Simpang Rimba dan Kecamatan Lepar. Forum ini menjadi tahapan strategis dalam menyusun dokumen perencanaan tahunan daerah sekaligus ruang resmi untuk menghimpun, menyelaraskan, dan memverifikasi usulan prioritas dari kecamatan, desa, hingga unsur masyarakat.
Pelaksanaan Musrenbang dipusatkan di Studio Perencanaan Pulau Kelapan, Kantor Bappelitbangda Bangka Selatan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bappelitbangda, , bersama jajaran kepala bidang serta perwakilan perangkat daerah. Hadir pula Analis Perencanaan dan Pelaporan DPUPR, , yang memaparkan substansi rencana pembangunan infrastruktur tahun 2027.
Dalam arah kebijakan tahun ini, pemerintah daerah tetap mengusung tema penguatan green economy dan blue economy. Pendekatan ini menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan pelestarian lingkungan, optimalisasi potensi kelautan dan pesisir, serta penguatan sektor produktif berbasis sumber daya lokal.
Ari menegaskan bahwa wilayah kepulauan seperti Lepar Pongok memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari yang harus dikelola secara terpadu.
“Perencanaan pembangunan Lepar Pongok tidak boleh parsial. Infrastruktur, pelayanan dasar, dan penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring prinsip keberlanjutan agar pertumbuhan tidak mengorbankan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep green dan blue economy harus diterjemahkan ke dalam program nyata, mulai dari rehabilitasi mangrove, pengendalian abrasi, hingga peningkatan nilai tambah hasil perikanan dan penguatan UMKM.






