BeritaPangkalpinangPemerintahan

Tak Sekadar WTP: Bakuda Babel Dorong Daerah Perkuat Integritas Pengelolaan APBD

11
×

Tak Sekadar WTP: Bakuda Babel Dorong Daerah Perkuat Integritas Pengelolaan APBD

Sebarkan artikel ini

Tak Sekadar WTP: Bakuda Babel Dorong Daerah Perkuat Integritas Pengelolaan APBD (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Upaya menjaga kredibilitas dan integritas keuangan daerah kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Teknis yang digelar Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/04/2026), di Ruang Mentawai Kantor Bappeda.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah kabupaten/kota se-Babel untuk menyelaraskan penyusunan dan evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, sekaligus memastikan penjabaran kebijakan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Rugaia Pakeu, rakortek ini menitikberatkan pada pentingnya keselarasan antara regulasi daerah dan hasil audit BPK.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berpijak pada prinsip kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas.

Pendalaman materi semakin menguat melalui paparan Iwan Novarian, yang mengulas secara teknis audit BPK dan tindak lanjut temuan pada LKPD.

Ia mengingatkan bahwa opini WTP bukanlah garis akhir keberhasilan, melainkan titik awal untuk menjaga konsistensi tata kelola keuangan yang bersih.

“Melampaui WTP berarti berani memperbaiki, menindaklanjuti, dan memastikan tidak ada celah yang merugikan keuangan negara,” menjadi pesan kuat yang disampaikan.

Selain itu, sinergi lintas perangkat daerah juga menjadi sorotan, dengan kehadiran narasumber dari Bakuda, Biro Hukum, Bappeda, dan Biro Pemerintahan Provinsi yang memperkaya diskusi dari sisi teknis hingga regulasi.

Kepala Bakuda Babel, Drs. Yunan Helmi, M.Si, dalam arahannya menegaskan agar seluruh instrumen yang terlibat tetap fokus pada standar dan kaidah yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pengelolaan APBD bukan hanya soal angka, tetapi tentang kepercayaan publik yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Rakortek ini pun menjadi pengingat bahwa di balik setiap laporan keuangan, ada amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan jujur, tepat, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *