Tak Mau Terjebak Alasan Lama, Pangkalpinang Perkuat Strategi Hadapi Gejolak Harga (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Ketika harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, pemerintah daerah dituntut bergerak cepat, bukan sekadar memberi penjelasan. Itulah pesan tegas yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (27/4).
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Plt Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setdako, Rico Ariputra, turut ambil bagian dalam rapat yang dipimpin Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, secara daring.
Rakor ini tidak hanya membahas inflasi, tetapi juga menyentuh isu strategis lain seperti dukungan terhadap program tiga juta rumah dan pelaksanaan jaminan produk halal di daerah.
Dalam forum tersebut, Tomsi Tohir menyoroti pola lama yang terus berulang dalam menjelaskan kenaikan harga.
“Kita tidak bisa terus berlindung di balik alasan cuaca atau distribusi. Itu harusnya sudah masuk dalam perencanaan. Solusinya jelas: perkuat stok dan antisipasi sejak awal,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan itu menggambarkan urgensi perubahan cara pandang dalam menghadapi inflasi.
Menanggapi hal tersebut, Rico Ariputra mengungkapkan bahwa beberapa komoditas di Pangkalpinang memang mengalami kenaikan, terutama yang berkaitan dengan biaya kemasan.






