Untuk itu, tim ERG PT TIMAH berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung mengadakan kegiatan *trauma healing*. Pendampingan ini diharapkan membantu anak-anak memulihkan rasa aman, mengekspresikan emosi, dan kembali bersemangat menjalani keseharian.
Ketua Umum ERG PT TIMAH (Persero) Tbk, Ali Samsuri, menjelaskan bahwa penerjunan tim merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemulihan masyarakat pascabencana.
Sebelum menjalankan aksi di lapangan, ERG telah memantau lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui kebutuhan warga. Tim kemudian membuka posko guna mendukung penanganan masyarakat terdampak.
“Sebelum menerjunkan tim, ERG telah melakukan pemantauan lokasi serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan hari ini tim ERG telah membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Ali menegaskan, pemantauan akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lokasi. Bentuk dukungan berikutnya akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa misi kemanusiaan harus menempatkan keselamatan dan kebutuhan warga sebagai prioritas, sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat kepada mereka yang membutuhkan.
Di antara para pengungsi, Ayu (34) merasakan langsung arti bantuan tersebut. Rumahnya habis dilalap api, sementara keluarganya telah hampir enam hari tinggal di pengungsian tanpa barang-barang yang sempat diselamatkan.
“Rumah saya habis semua dimakan api. Alhamdulillah, hari ini anak saya yang TK menerima bantuan alat sekolah dari PT TIMAH. Ini menghibur anak saya karena anak sedih, alat-alat sekolahnya tidak ada yang bisa diselamatkan. Kami sudah hampir enam hari ini mengungsi karena benar-benar tidak ada yang tersisa. Semoga nanti ada bantuan agar bisa membangun rumah lagi,” ungkapnya.
Harapan Ayu menggambarkan persoalan yang masih dihadapi para korban: bukan hanya memenuhi kebutuhan selama mengungsi, melainkan juga mendapatkan kesempatan untuk membangun kembali rumah dan kehidupan mereka.
Melalui bantuan perlengkapan sekolah, toilet portabel, pelayanan kesehatan, dan pendampingan psikologis, PT TIMAH berupaya mendukung pemulihan warga secara menyeluruh.
Di Dusun Serdang, perjalanan untuk bangkit masih panjang. Namun, setiap bantuan yang hadir menjadi penguat bahwa di balik kehilangan, masih ada kepedulian dan harapan yang dapat dijaga bersama.













