Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPemerintahan

Dari Nganggung ke Pelayanan Prima, Dessy Ayutrisna Ingatkan ASN Gabek Jangan Terjebak Zona Nyaman

×

Dari Nganggung ke Pelayanan Prima, Dessy Ayutrisna Ingatkan ASN Gabek Jangan Terjebak Zona Nyaman

Sebarkan artikel ini

Dari Nganggung ke Pelayanan Prima, Dessy Ayutrisna Ingatkan ASN Gabek Jangan Terjebak Zona Nyaman (P/E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Tradisi nganggung bukan sekadar menyantap hidangan bersama. Di Kecamatan Gabek, tradisi yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Bangka itu dimanfaatkan sebagai momentum mempererat silaturahmi, membangun sinergi, sekaligus mengingatkan aparatur pemerintah agar semakin serius melayani masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan nganggung memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang di Aula Kantor Kecamatan Gabek, Kamis (15/10/2026). Mengusung tema “ Bersama Merajut Silaturahmi, Memperkuat Sinergi, Mewujudkan Gabek yang Harmoni Menuju Pangkalpinang SMART,” kegiatan ini menjadi ajang mempertemukan pimpinan daerah dan jajaran aparatur pemerintahan dalam suasana kekeluargaan.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, S.E., M.M., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Gabek, Kepala KUA, Ketua DKM Kecamatan Gabek, Kapolsek, Danramil, serta seluruh jajaran ASN di lingkungan Kecamatan Gabek.

Camat Gabek, Yudi Yanuar Putra, S.STP., M.M., mengawali kegiatan dengan mengajak jajarannya menjadikan peringatan hari jadi kota sebagai momentum introspeksi. Menurutnya, pelayanan publik membutuhkan aparatur yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mari merefleksikan diri dalam pelayanan untuk masyarakat. Mari bersinergi dan lebih peka terhadap sekitar dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pesan itu kemudian dipertegas Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. Ia menilai pertemuan langsung dengan aparatur di tingkat kecamatan penting untuk membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.

“Saya senang dengan adanya acara ini. Saya bisa berkenalan langsung, bertemu langsung, dan bersilaturahmi dengan pegawai di lingkungan Kecamatan Gabek. Dengan begini, harapannya apabila ke depan ada masalah, penanganannya bisa lebih cepat,” kata Dessy.

Namun, bagi Dessy, silaturahmi tidak boleh berhenti pada pertemuan seremonial. Kebersamaan harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam kualitas pelayanan pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa kelurahan merupakan garda terdepan pemerintah yang berhadapan langsung dengan kebutuhan dan keluhan warga. Oleh karena itu, aparatur dituntut untuk terus berbenah, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan kerja.

“Kita harus mengevaluasi apa kekurangan kita. Kita sadari bahwa kelurahan merupakan garda terdepan pemerintah dalam melayani masyarakat. Dalam pelayanan, kita harus terus update dan upgrade diri. Jangan selalu berada di zona nyaman, hanya bekerja standar saja. Sebisa mungkin, kita harus berubah menjadi lebih baik dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif. Masyarakat membutuhkan solusi, kecepatan, dan kepastian, bukan sekadar jawaban bahwa prosedur telah dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *