Dalam sesi diskusi, Narendra Jatna juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan pengawasan yang efektif.
“Sinergi harus diperkuat. Tata kelola yang baik bukan hanya melindungi negara, tetapi juga memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.
Suhendra kembali menegaskan bahwa transformasi tata kelola akan terus diperkuat melalui pengendalian yang efektif dan peningkatan integritas seluruh pemangku kepentingan.
“Kami ingin memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip keberlanjutan. Industri timah nasional harus tumbuh sehat dan memberi nilai tambah optimal bagi rakyat,” tegasnya.
FGD dan Bimtek ini menjadi bagian dari perjalanan transformasi PT TIMAH Tbk dalam membangun sistem yang lebih adaptif, transparan, dan akuntabel. Dengan kolaborasi yang solid, perusahaan optimistis industri timah nasional dapat berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.













