Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Permata Belitung, Nur Khotim, mengatakan pesantrennya saat ini memiliki sekitar 45 santri. Selain pendidikan formal, kegiatan TPA juga dilaksanakan setiap sore untuk memberikan ruang belajar Al-Qur’an bagi anak-anak.
Bagi pesantren ini, ruang kelas yang memadai menjadi kebutuhan penting agar proses belajar dan pembinaan tahfiz dapat berjalan lebih optimal. Ketersediaan fasilitas juga diharapkan membuka akses lebih luas bagi anak-anak di sekitar Tanjungpandan untuk mendalami Al-Qur’an tanpa harus pergi ke luar daerah.
“Tujuan kami mendirikan pesantren tahfiz ini supaya ada penerus-penerus penghafal Al-Qur’an. Anak-anak di sekitar sini juga punya tempat untuk belajar tahfiz Al-Qur’an tanpa harus keluar daerah,” tutur Nur Khotim.
Di Pangkalpinang, upaya memperkuat pendidikan keagamaan juga mendapat dukungan melalui bantuan pembangunan masjid di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Madinatunnajah, Yayasan Khodijah Center Madani.
Ketua Yayasan Khodijah Center Madani, Samiah, menjelaskan bahwa pesantrennya saat ini membina 73 santriwati. Selain itu, sekitar 100 anak mengikuti kegiatan TPA pada sore hari.
Masjid yang dibangun di lingkungan pesantren tersebut diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus mendukung proses pembelajaran dan pembinaan karakter. Samiah mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga fasilitas itu segera dimanfaatkan oleh santri dan masyarakat sekitar.
Dukungan terhadap pesantren juga mencakup aspek keselamatan. Melalui Division Kundur Area, PT TIMAH menggelar edukasi keselamatan dan pengenalan penanganan kebakaran bagi santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Furqan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang berlangsung dalam Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP) Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut memberikan pengetahuan dasar mengenai bahaya kebakaran, pengenalan alat pemadam api, serta langkah yang tepat dan aman ketika menghadapi keadaan darurat.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, menyambut baik kegiatan itu. Menurutnya, edukasi keselamatan penting diberikan sejak dini agar santri memiliki pemahaman dalam mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.
Berbagai dukungan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pesantren membutuhkan perhatian yang menyeluruh. Pembangunan asrama dan ruang belajar menyediakan lingkungan pendidikan yang lebih layak, masjid menunjang kegiatan ibadah dan pembinaan, sedangkan edukasi keselamatan membekali santri dengan pengetahuan praktis.
Melalui program TJSL, PT TIMAH berupaya mendukung pesantren agar terus tumbuh sebagai ruang pendidikan, pembentukan akhlak, dan pengembangan generasi Qurani. Sebab, di balik setiap fasilitas yang dibangun, ada harapan agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar, menghafal Al-Qur’an, dan menatap masa depan dengan lebih baik.













