“Sekarang kami tidak selalu bergantung pada pasokan luar. Kami sudah bisa buat pakan dan bibit sendiri,” ujarnya.
Lebih dari sekadar peternakan, kawasan ini kini berkembang menjadi sentra pemberdayaan terpadu. Budidaya ikan, produksi terasi, hingga pertanian hidroponik berjalan berdampingan, menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi para anggota, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, usaha ini menjadi penopang tambahan yang signifikan.
“Penghasilan bertambah, dan permintaan pasar untuk ayam serta telur cukup tinggi,” kata Alizan.
Ke depan, mereka berharap dukungan PT TIMAH terus berlanjut, khususnya dalam pengembangan teknologi pakan agar usaha semakin efisien dan mandiri.
Program ini menegaskan satu hal: ketika potensi lokal diberdayakan dengan tepat, masyarakat tidak hanya bertahan—tetapi juga tumbuh, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.













