Masjid Berusia 50 Tahun di Manggar Direvitalisasi, PT TIMAH Kembali Ulurkan Bantuan (E: Yos.Asw)
BELITUNG TIMUR, LIPUTANSATU.COM,— Usia yang telah melampaui lima dekade membuat sejumlah bagian Masjid Agung Darussalam Manggar mulai rapuh dimakan waktu. Kayu yang dulu kokoh kini perlahan lapuk, sementara plafon bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Di tengah kekhawatiran para jamaah, secercah harapan datang di bulan suci Ramadan. PT TIMAH Tbk kembali menyalurkan bantuan renovasi guna memperbaiki sarana dan prasarana masjid yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat Belitung Timur.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komisaris PT TIMAH Tbk Yuslih Ihza, didampingi Direktur SDM Ratih Mayasari serta Division Head Area Belitung Feriandi. Penyerahan bantuan juga disaksikan oleh Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten dan diterima langsung oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid.
Masjid Agung Darussalam memiliki sejarah panjang yang tak terpisahkan dari perjalanan PT TIMAH di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Rumah ibadah ini dibangun pada tahun 1974 oleh perusahaan dengan nama awal Masjid As Salam 2, sebelum akhirnya diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola bersama.
Seiring waktu, masjid ini berkembang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Manggar. Meski telah beberapa kali direnovasi, usia bangunan yang semakin tua membuat sejumlah bagian masjid membutuhkan perbaikan serius.
Ketua Umum DKM Masjid Agung Darussalam, Bani Machtum, mengungkapkan bahwa kondisi beberapa bagian bangunan saat ini cukup memprihatinkan.
“Banyak kayu yang sudah lapuk dan keropos. Kami khawatir plafon bisa jatuh sewaktu-waktu dan menimpa jamaah yang sedang shalat,” ujarnya.






