Deskripsi Gambar

Belitung TimurBeritaPertambangan

Jangan Jalan Sendiri! Khairul Edi Minta Penambang Belitung Timur Pilih Musyawarah Ketimbang Gejolak

×

Jangan Jalan Sendiri! Khairul Edi Minta Penambang Belitung Timur Pilih Musyawarah Ketimbang Gejolak

Sebarkan artikel ini

“Jangan merasa berjalan sendiri sehingga membuat keputusan yang nantinya berakibat fatal pada diri sendiri,” lanjutnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat mengambil peran sebagai perekat ketika suasana mulai memanas.

“Untuk seluruh lapisan masyarakat, khususnya para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, mari kita bergandengan tangan menjaga keamanan dan stabilitas agar semuanya dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Khairul berharap pengalaman unjuk rasa pada 7 Agustus lalu menjadi titik evaluasi bersama. Baginya, tidak ada manfaat yang lahir dari konflik berkepanjangan jika pada akhirnya masyarakat sendiri yang harus menanggung dampaknya.

“Jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kejadian 7 Agustus kemarin terulang kembali. Mari kita kembalikan Belitung Timur seperti sebelumnya, damai dan guyub,” ujarnya.

Ia ingin masyarakat kembali merawat wajah Belitung Timur yang selama ini dikenal dengan budaya guyub, santun, menjunjung budi pekerti dan menghormati nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Sebab, keamanan bukan hanya tentang tidak adanya keributan. Kondusivitas juga menjadi fondasi agar roda ekonomi tetap bergerak dan masyarakat memiliki ruang untuk mencari nafkah dengan tenang.

“Kalau Belitung Timur kembali damai dan guyub seperti biasanya, sebagaimana yang diajarkan orang-orang tua kita, insyaallah rezeki dan keberkahan akan kembali hadir untuk masyarakat,” katanya.

Karena itu, Khairul kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kejadian sebelumnya sebagai pelajaran. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memperbaiki cara menyelesaikan persoalan ke depan.

“Sekali lagi, setelah kejadian kemarin, mari kita jadikan itu sebagai cambuk dan pemikiran untuk ke depan. Jangan sampai terulang kembali hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *