Bangka BelitungBeritaPangkalpinangPemerintahan

Gubernur Hidayat Sambut Todotua Pasaribu, Wakil Menteri BKPM, Dalam Kegiatan Penguatan Hilirisasi Timah dan Percepatan Investasi

29
×

Gubernur Hidayat Sambut Todotua Pasaribu, Wakil Menteri BKPM, Dalam Kegiatan Penguatan Hilirisasi Timah dan Percepatan Investasi

Sebarkan artikel ini

Gubernur Hidayat Sambut Todotua Pasaribu, Wakil Menteri BKPM, Dalam Kegiatan Penguatan Hilirisasi Timah dan Percepatan Investasi (E: Yos. Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani, menyambut kedatangan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, di Terminal VIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kamis (20/11/2025) pukul 09.00 WIB.

Penyambutan ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja Wamen di Babel, yang berfokus pada penguatan hilirisasi timah dan percepatan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat daerah.

Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut upaya pemerintah pusat dalam mengejar target realisasi investasi nasional 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri telah membukukan Rp 9,4 triliun pada periode Januari–September 2025 atau 0,7% dari capaian nasional.

Setibanya di bandara, Wamen yang turut didampingi jajaran Kementerian Investasi/BKPM, langsung disambut oleh Gubernur Hidayat dengan mengalungkan syal cual khas Bangka Belitung kepada Wamen, sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang di Negeri Serumpun Sebalai.

Setelah menerima penghormatan dan ucapan selamat datang di ruang VIP, rombongan melanjutkan agenda resmi yang telah disusun.

Agenda utama kunjungan ini ialah Rapat Koordinasi di Kantor PT Timah Tbk bersama MIND ID dan PT Timah Tbk guna membahas strategi hilirisasi serta penguatan tata kelola industri timah. Rapat ini bertujuan memastikan aktivitas industri memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, terutama lewat penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta kontribusi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *