Deskripsi Gambar

Bangka SelatanBeritaEkonomiUsaha

Emo Memulai dari Nol, Kini Ciptakan Lapangan Kerja: Keripik Shaka dan Shidqi Farm Jadi Bukti

×

Emo Memulai dari Nol, Kini Ciptakan Lapangan Kerja: Keripik Shaka dan Shidqi Farm Jadi Bukti

Sebarkan artikel ini

Emo Memulai dari Nol, Kini Ciptakan Lapangan Kerja: Keripik Shaka dan Shidqi Farm Jadi Bukti (P/E: Yosua.Asw)

TOBOALI, LIPUTANSATU .COM, — Tidak semua orang berani memulai dari nol. Lebih sedikit lagi yang mampu bertahan ketika hasil belum terlihat.

Namun bagi Dikkry Prayuda, SE—yang akrab disapa Emo—nol bukan alasan untuk menyerah. Justru dari titik itulah ia belajar membangun mimpi.

Lama bergelut dengan dunia usaha warung kopi di Pangkalpinang, Emo mendapatkan banyak pengalaman tentang bagaimana menghadapi pelanggan, membaca pasar dan mempertahankan usaha. Tetapi ada satu hal yang kemudian mengubah cara pandangnya: proses belajar bersama seorang mentor, Imam Wahyudi, yang dikenal sebagai motivator anak muda.

Emo menyebut pengalaman bersama Imam Wahyudi sebagai tempaan yang membentuk keberaniannya untuk mandiri.

“Dari beliau saya banyak belajar. Bukan hanya soal usaha, tetapi bagaimana memiliki keberanian untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap pilihan,” kata Emo saat ditemui tim buru berita di Warkop Ajang Sebelah BRI, Minggu (23/8/2026).

Dari proses itulah lahir Keripik Shaka 4 Rasa dan Shidqi Farm, usaha ternak bebek yang dikembangkan menjadi produk telur asin.

Keripik pisang menjadi salah satu produk yang kini terus digenjot Emo. Ia tidak ingin Shaka berhenti sebagai produk rumahan yang hanya berputar di pasar sekitar.

Strategi pemasaran pun mulai diperluas. Selain penjualan langsung, Emo memanfaatkan perdagangan digital melalui Shopee.

“Alhamdulillah, dari teknis penjualan dan strategi pemasaran, sekarang Shaka Keripik Pisang sudah masuk pasar. Offline jalan, online juga jalan,” ujarnya.

Perlahan, produk tersebut mulai menemukan jalannya. Dari pasar lokal, Shaka diarahkan untuk menembus pasar regional hingga nasional.

Bagi Emo, kunci usaha bukan sekadar menjual. Produk harus punya rasa, kualitas dan harga yang mampu membuat konsumen kembali.

“Bahan baku pisang tematuk cukup mudah didapat. Itu menjadi salah satu kekuatan untuk terus produksi. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan memperluas pemasaran,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *