Dari Silaturahmi ke Sinergi: Saat PT TIMAH dan Media Merawat Kepercayaan Publik (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Tidak semua pertemuan lahir dari kebutuhan formal. Sebagian hadir dari kesadaran: bahwa hubungan yang kuat harus dirawat, bukan sekadar dijaga.
Di momentum Syawal, PT TIMAH (Persero) Tbk mengambil langkah itu. Melalui Anggi Siahaan dan tim Corporate Communication, perusahaan ini menyapa langsung insan pers di Bangka Belitung, dalam rangkaian silaturahmi yang berlangsung selama dua hari. Senin (30/3) -Selasa (31/3).
Dari sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia hingga Aliansi Jurnalis Independen, dari Serikat Media Siber Indonesia hingga Persatuan Wartawan Indonesia—percakapan yang terbangun mengalir hangat, tanpa sekat.
“Komunikasi itu harus dua arah. Tidak bisa hanya satu pihak yang berbicara,” ujar Anggi.
“Kami ingin membangun pemahaman bersama, bukan sekadar menyampaikan informasi.”
Dalam dialog itu, isu-isu strategis pun mengemuka: independensi pers, tantangan disrupsi digital, hingga bagaimana menjaga kredibilitas di tengah banjir informasi.
Seorang peserta sempat berkomentar ringan,
“Sekarang semua orang bisa jadi penyampai berita, tapi tidak semua bisa menjaga kebenaran.”
“Makanya kita harus tetap berpegang pada prinsip,” sahut yang lain.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen, Hendra, menegaskan posisi jurnalis yang tidak boleh goyah.
“Kami menjaga independensi agar informasi yang disampaikan tetap sehat dan berimbang,” katanya.






