“PT TIMAH memberi dukungan yang sangat berarti bagi kami. Penelitian dapat berjalan lebih optimal dan upaya konservasi semakin kuat. Ini merupakan kolaborasi yang memberi harapan besar bagi kelestarian ikan endemik Bangka,” ujarnya.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi jendela bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih dekat kekayaan biodiversitas Pulau Bangka.
“Kami ingin semakin banyak orang mengetahui bahwa Bangka memiliki ikan-ikan endemik yang luar biasa dan harus dijaga bersama. Semoga kolaborasi dengan PT TIMAH terus berlanjut agar upaya konservasi ini semakin luas manfaatnya,” kata Swarlanda.
Selain itu, The Tanggokers kini tengah menyusun buku lanjutan yang akan mengangkat nama-nama lokal berbagai jenis ikan yang dikenal masyarakat Bangka. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mendokumentasikan kekayaan budaya sekaligus pengetahuan tradisional yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi.
Kolaborasi PT TIMAH bersama The Tanggokers menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan melestarikan habitat, tetapi juga dengan menghadirkan ilmu pengetahuan, membangun kesadaran publik, dan memastikan kekayaan hayati daerah tetap lestari untuk masa depan.













