Antusiasme karyawan PT TIMAH membuatnya optimistis ruang pemasaran seperti ini dapat membantu pelaku usaha mempertahankan penjualan.
“Sangat membantu. Karyawan PT TIMAH juga royal, sambil jajan mereka ikut membantu UMKM,” ujarnya.
Nia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar. Baginya, semakin banyak ruang pemasaran yang tersedia, semakin besar pula kesempatan produk UMKM menjangkau konsumen.
Sementara Sundari, pemilik Pempek Ak Sun, datang dengan produk andalannya: pempek tenggiri, pempek udang dan bakwan.
Ia tidak menampik kondisi pasar yang sedang sepi. Karena itu, setiap kesempatan bertemu konsumen menjadi berarti bagi kelangsungan usaha.
“Sekarang pangsa pasar memang agak sepi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, penjualan UMKM sangat membantu,” kata Sundari.
Menurut Sundari, bazar juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang sebelumnya mungkin belum mengenal usahanya.
Ia pun berharap kesempatan mengikuti kegiatan serupa terus terbuka.
“Harapannya semakin sering diundang. Meski acaranya tidak terlalu ramai, tetap sangat membantu kami,” ujarnya.
Cerita para pelaku UMKM tersebut menunjukkan bahwa akses pasar menjadi salah satu kebutuhan penting bagi usaha kecil. Produk yang berkualitas membutuhkan ruang untuk ditemukan konsumen.
Karena itu, ketika PT TIMAH menghadirkan bazar sekaligus menggunakan produk UMKM sebagai souvenir, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada transaksi.
Ada promosi yang bergerak, produk yang semakin dikenal, jaringan yang bertambah dan peluang pelanggan baru yang terbuka.
Bagi pelaku UMKM, mungkin satu bazar tidak langsung mengubah seluruh perjalanan usaha. Tetapi dari satu meja jualan, satu transaksi dan satu konsumen baru, pertumbuhan bisa mulai menemukan jalannya.












