“Saya tidak menyangka rumah ini akan direnovasi. Kami sudah mengajukan sekitar dua tahun yang lalu, akhirnya mendapat tanggapan dan direhab. Rasanya seperti mimpi melihat rumah ini sekarang sudah bagus,” ujarnya.
Di Kabupaten Belitung, bantuan serupa diterima Abu Samah (67) dan Maryati, warga Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan.
Rumah Abu Samah yang ditempati bersama anaknya mengalami kerusakan parah pada bagian belakang. Kondisi tersebut membuat aktivitas keluarga di dalam rumah menjadi kurang nyaman.
“Senang sekali, apalagi kondisi rumah, terutama di bagian belakang, sudah rusak parah. Terima kasih atas bantuannya, semoga ke depan PT TIMAH bisa terus membantu masyarakat seperti kami,” ujar Abu Samah.
Kisah berbeda dialami Maryati. Rumahnya mengalami kerusakan serius pada bagian atap. Setiap hujan turun, air masuk ke dalam rumah hingga menggenangi ruangan.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah setelah rumahnya mendapat bantuan renovasi dari PT TIMAH.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan tidak menyangka akan dibantu renovasi rumah. Terima kasih PT TIMAH atas bantuannya, semoga ke depan semakin maju dan terus membantu masyarakat,” ucapnya.
Bagi PT TIMAH, bantuan rumah layak huni bukan semata-mata tentang memperbaiki dinding, atap, atau bagian bangunan yang rusak. Di balik setiap rumah yang direnovasi, ada keluarga yang kembali mendapatkan rasa aman, nyaman, dan kesempatan untuk menata kehidupan dengan lebih baik.













