Tak hanya menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan, Wali Kota juga menyoroti perlunya pemeriksaan kehamilan secara teratur. Menurutnya, keterlibatan aktif ibu hamil dalam layanan kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kelahiran bayi yang sehat sekaligus menekan risiko stunting.
Dalam wawancara seusai kegiatan, Saparudin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak melalui dinas terkait serta jaringan posyandu.
“Bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam gerakan ini adalah mengimbau ibu-ibu hamil agar lebih aktif mengambil bagian dalam kegiatan yang masif digencarkan oleh dinas terkait. Ada 121 posyandu, dan ibu hamil harus memeriksakan diri enam kali di pusat kesehatan pemerintah, baik di rumah sakit maupun puskesmas, serta minimal dua kali USG,” ujarnya.
Ia berharap pemeriksaan kehamilan dilakukan sesuai jadwal dan kebutuhan medis sehingga kondisi ibu maupun perkembangan janin dapat dipantau dengan baik. Deteksi dini melalui pelayanan kesehatan juga penting untuk mengidentifikasi risiko yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Menurut Saparudin, pencegahan stunting memerlukan perhatian sejak awal kehamilan. Kesadaran ibu untuk memeriksakan diri, didukung keluarga dan tenaga kesehatan, akan memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Diharapkan nanti bayi yang lahir sehat dan terhindar dari stunting,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan minum vitamin bersama oleh para ibu hamil, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Gerakan Ibu Hamil Sehat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pemeriksaan rutin, pendampingan tenaga kesehatan, serta lingkungan yang mendukung, fondasi bagi generasi sehat dapat dibangun sejak dalam kandungan.













