“Selain bisa belajar mengenai pengolahan timah, pengunjung juga mendapatkan kupon doorprize yang akan diundi 22 Agustus,” ujarnya.
Perpaduan edukasi dan hiburan tersebut membuat stand PT TIMAH tidak terasa seperti ruang informasi yang kaku. Masyarakat datang karena penasaran, bertahan karena mendapatkan pengetahuan, dan pulang membawa pengalaman.
Bagi PT TIMAH, kehadiran dalam pameran tersebut juga menjadi bagian dari keterlibatan perusahaan dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Bangka Barat.
Ketua Panitia Semarak HUT ke-23 Bangka Barat, Fakhriansah, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
“Terima kasih kepada PT TIMAH yang turut mendukung kegiatan ini. Selain membuka stand, PT TIMAH juga membantu penyelenggaraan kegiatan Semarak HUT ke-23 Bangka Barat,” kata Fakhriansah.
Menurutnya, dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang dalam berbagai agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebab perayaan hari jadi daerah tidak semestinya hanya meninggalkan panggung, lampu dan kemeriahan.
Ia juga harus meninggalkan sesuatu yang lebih panjang umurnya: pengetahuan.
Dan di Simpang Teritip, pengetahuan itu datang melalui cerita tentang timah.
Masyarakat diajak memahami bahwa apa yang mereka kenal sebagai bijih di tangan penambang ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum menjadi logam.
Dari bumi Bangka Barat, melewati proses pengolahan, hingga menjadi logam—timah bukan hanya tentang apa yang ditambang, tetapi juga tentang bagaimana ia diproses, dikelola dan dipahami.
Di situlah pameran berubah dari sekadar tontonan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat.













