Deskripsi Gambar

Bangka SelatanBeritaPertambangan

Bukan Sekadar Berebut Trofi, Kajari Cup-Trans Rias Putar Roda Ekonomi dan Cari Bibit Atlet

×

Bukan Sekadar Berebut Trofi, Kajari Cup-Trans Rias Putar Roda Ekonomi dan Cari Bibit Atlet

Sebarkan artikel ini

Bukan Sekadar Berebut Trofi, Kajari Cup-Trans Rias Putar Roda Ekonomi dan Cari Bibit Atlet (E: Yosua.Asw)

BANGKA SELATAN, LIPUTANSATU.COM, — Sebuah turnamen voli bisa saja berakhir ketika peluit panjang berbunyi. Namun, denyut kehidupan yang lahir dari sebuah pertandingan tidak selalu ikut berhenti.

Itulah yang terlihat dalam Turnamen Voli Kajari Cup-Trans Rias 2026 di Lapangan Voli Dusun SP.A, Desa Rias, Kecamatan Toboali. Kompetisi antardesa se-Bangka Selatan ini bukan hanya menghadirkan pertarungan di dalam lapangan, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat di luar garis pertandingan.

Digelar Pemuda Desa Rias bersama Kejaksaan Negeri Bangka Selatan dan mendapat dukungan PT TIMAH (Persero) Tbk, turnamen tersebut berlangsung sejak 22 Juni hingga mencapai partai final pada 2 September 2026.

Sebanyak 88 tim putra dan putri turun bertanding. Dari pertandingan ke pertandingan, perhatian masyarakat terus membesar. Memasuki babak delapan besar hingga final, penonton memadati arena dan menciptakan suasana kompetisi yang sekaligus menghidupkan aktivitas warga.

Pelaksana Teknis Turnamen, Imam Syaifudin, menilai dukungan PT TIMAH memiliki arti penting, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tantangan.

“Dukungan dari PT TIMAH sangat membantu jalannya kegiatan pertandingan. Di tengah situasi ekonomi yang cukup sulit, dukungan perusahaan menjadi salah satu terobosan yang sangat berarti, baik untuk kegiatan olahraga maupun membantu masyarakat,” ujarnya.

Namun, manfaat turnamen tidak berhenti pada pertandingan. Penyelenggara sengaja membuka ruang bagi UMKM agar keramaian penonton dapat menjadi peluang usaha.

Saat partai final, sekitar 40 UMKM ikut meramaikan kegiatan. Mereka tidak hanya berasal dari Desa Rias, tetapi juga dari luar desa. Produk dan dagangan mereka mendapat kesempatan bertemu langsung dengan ribuan mata dan calon pembeli yang hadir di arena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *