Algafry Saksikan Lahirnya Generasi Qurani Bangka Tengah: “Jangan Hafal Al-Qur’an Hanya Demi Gelar” ( E: Yosua.Asw)
SIMPANG KATIS, LIPUTANSATU.COM, — Langkah demi langkah para siswa Angkatan IX Vantera Generation memasuki ruang wisuda dengan wajah penuh haru dan kebanggaan. Di tangan mereka tersimpan hafalan ayat-ayat suci, sementara di hati para orang tua mengalir rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Momen sakral itu berlangsung dalam kegiatan Pengukuhan dan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an MAN Insan Cendekia Bangka Tengah di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN IC Bangka Tengah, Sabtu (09/05/2026), yang turut dihadiri Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.
Di hadapan para wisudawan, Algafry berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai saksi sejarah lahirnya MAN Insan Cendekia di Bangka Tengah. Ia mengenang masa-masa ketika pemerintah daerah bersama berbagai pihak berjuang keras agar madrasah unggulan tersebut dapat berdiri di daerah itu.
“Begitu antusiasnya kami semua ingin bersama-sama membantu MAN IC ini supaya berdiri di Kabupaten Bangka Tengah,” kenangnya.
Kini, perjuangan panjang itu telah membuahkan hasil. MAN IC Bangka Tengah tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan karakter yang kuat.
Dalam sambutannya, Algafry menekankan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang harus dijaga dengan akhlak dan keikhlasan. Ia mengingatkan agar hafalan Al-Qur’an tidak dijadikan sekadar kebanggaan atau simbol status.
“Jangan sampai kita menghafal Al-Qur’an hanya ingin dipanggil hafidz,” tegasnya.
Menurutnya, esensi dari Al-Qur’an terletak pada bagaimana nilai-nilainya hidup dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, para wisudawan diminta untuk terus menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan menunjukkan akhlak yang baik di tengah masyarakat.






