Empat Kali Gagal Audisi, Bhita Kini Jadi Kebanggaan Babel! PT TIMAH Turun Tangan Dukung Mimpinya (E: Yosua.Asw)
BANGKA, LIPUTANSATU.COM, – Tidak semua mimpi besar lahir dari perjalanan yang mudah. Ada air mata, keterbatasan, perjuangan, dan doa panjang yang harus dilalui sebelum akhirnya kesempatan datang mengetuk pintu.
Kisah itulah yang mengiringi perjalanan Nabitha Aurelia (20), atau akrab disapa Bhita, penyanyi muda asal Bangka Belitung yang kini berhasil mencuri perhatian di panggung nasional. Setelah berulang kali mencoba, Bhita akhirnya mampu menembus babak Top 11 ajang pencarian bakat dangdut D’Academy 8 Indosiar.
Keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa harapan masyarakat Bangka Belitung. Melihat perjuangan dan potensi yang dimilikinya, PT TIMAH (Persero) Tbk turut memberikan bantuan untuk mendukung Bhita melanjutkan perjuangannya dalam kompetisi tersebut.
Dukungan perusahaan ini menjadi wujud kepedulian terhadap generasi muda daerah yang memiliki potensi untuk berkembang dan mengukir prestasi di tingkat nasional. PT TIMAH juga sebelumnya telah memberikan dukungan kepada sejumlah generasi muda Bangka Belitung yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional.
Namun, keberhasilan Bhita saat ini tidak datang secara instan. Sejak kecil, dunia tarik suara sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Bakat bernyanyi mulai terlihat ketika dirinya duduk di kelas tiga sekolah dasar.
Dari sanggar seni hingga bimbingan guru vokal, Bhita terus mengembangkan kemampuan. Berbagai kompetisi menyanyi di daerah juga menjadi tempat mengasah pengalaman dan keberanian tampil di hadapan publik.
Puncaknya, ia mencoba mengikuti audisi D’Academy. Tidak sekali dua kali, Bhita harus melalui empat kesempatan audisi, mulai musim kelima hingga akhirnya berhasil lolos pada musim kedelapan.
Perjalanan itu juga menjadi ujian bagi keluarganya. Khotijah, sang ibu, mengakui bahwa keterbatasan biaya kerap menjadi kendala ketika Bhita harus mengikuti audisi di luar daerah, khususnya saat mengikuti seleksi langsung di Palembang.
Untuk mewujudkan keinginan putrinya, keluarga mengumpulkan uang secara bertahap. Bhita pun ikut berusaha dengan mengikuti berbagai perlombaan agar bisa menambah biaya perjalanan sekaligus terus mengembangkan bakatnya.
“Kalau mau berangkat audisi itu memang harus dipersiapkan semuanya, mulai dari biaya perjalanan, makan, dan kebutuhan lainnya. Jadi kami kumpulkan uang sedikit demi sedikit. Bhita juga ikut lomba-lomba sambil belajar dan mengumpulkan uang. Alhamdulillah, waktu ada pembukaan audisi di Palembang, akhirnya kami bisa berangkat ke sana,” cerita Khotijah.
Kini, perjuangan yang dahulu hanya berawal dari mimpi seorang anak kecil mulai menemukan jalannya. Bhita tercatat sebagai satu-satunya peserta asal Bangka Belitung yang masih bertahan hingga Top 11 D’Academy 8.
Kebanggaan itu tentu tidak dapat disembunyikan sang ibu. Namun, di balik rasa bahagia tersebut, Khotijah juga menyadari bahwa perjalanan kompetisi di tingkat nasional menuntut kesiapan mental yang tidak ringan.
Jadwal latihan yang terkadang berlangsung hingga tengah malam, waktu istirahat yang terbatas, serta komentar beragam di media sosial menjadi tantangan yang harus dihadapi Bhita.
“Sebagai orang tua pastinya senang dan bahagia, apalagi Bhita satu-satunya yang masih bertahan dari Bangka Belitung. Kami selalu mendoakan dan memberikan semangat karena tantangan mereka di sana bukan cuma menyanyi, tapi juga mental. Kadang latihan sampai tengah malam, istirahat kurang, belum lagi komentar di media sosial. Jadi memang harus kuat mentalnya. Kami selalu bilang sama Bhita, yang penting usaha dulu, doa dulu, karena tidak semua perjalanan itu mulus,” ujarnya.













