Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Menjaga Cahaya Al-Qur’an, PT TIMAH Bantu Pesantren Cetak Generasi Penghafal Qur’an

×

Menjaga Cahaya Al-Qur’an, PT TIMAH Bantu Pesantren Cetak Generasi Penghafal Qur’an

Sebarkan artikel ini

Menjaga Cahaya Al-Qur’an, PT TIMAH Bantu Pesantren Cetak Generasi Penghafal Qur’an (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Di balik dinding pesantren, ada perjuangan panjang untuk menjaga tradisi ilmu, menanamkan akhlak, dan melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an. Namun, semangat mendidik tidak selalu berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas. Keterbatasan ruang belajar, asrama, dan biaya masih menjadi tantangan bagi sejumlah lembaga pendidikan keagamaan.

Di tengah kondisi tersebut, dukungan berbagai pihak menjadi penting agar pesantren tetap mampu menjalankan perannya. PT TIMAH (Persero) Tbk turut mengambil bagian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan memberikan dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan dan kegiatan pembinaan santri di wilayah operasional perusahaan.

Bantuan itu menyentuh sejumlah pesantren di Bangka Belitung hingga Kepulauan Riau. Mulai dari pembangunan asrama dan ruang belajar, pembangunan masjid, sampai edukasi keselamatan bagi santri. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pendidikan yang tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Mansyur menjadi salah satu lembaga yang mendapat dukungan perusahaan untuk pembangunan asrama santri.

Berdiri sejak 2011, Al-Mansyur mengawali perjalanan sebagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Seiring waktu, lembaga ini berkembang dengan menghadirkan sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Pesantren tersebut juga telah melahirkan ratusan penghafal Al-Qur’an di Bangka Belitung.

Bagi Ketua Yayasan Al-Mansyur, Ali Mutakin, pengembangan fasilitas bukan sekadar membangun gedung. Lebih dari itu, fasilitas yang memadai menjadi salah satu penopang keberlanjutan pendidikan dan upaya memperluas akses bagi anak-anak yang membutuhkan.

Ia menilai, persoalan pendidikan masih berkaitan erat dengan kemampuan ekonomi keluarga. Tidak sedikit anak yang menghadapi hambatan untuk melanjutkan pendidikan bukan karena kehilangan semangat belajar, melainkan karena terbatasnya akses dan biaya.

“Dalam telaah saya, tingginya angka putus sekolah bukan semata-mata karena minat anak-anak untuk belajar yang rendah, tetapi juga karena aksesibilitas dan keterbatasan biaya. Kami sendiri konsisten memberikan beasiswa kepada 20 hafidz dan hafidzah setiap tahun,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ali Mutakin mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang membantu pengembangan fasilitas pendidikan di Al-Mansyur. Hubungan dukungan tersebut juga memiliki riwayat sebelumnya, ketika yayasan menerima bantuan perusahaan untuk pembangunan SDIT Al-Mansyur pada 2017.

Semangat serupa tumbuh di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Permata Belitung, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Pada 2026, PT TIMAH memberikan bantuan untuk mendukung pembangunan dan kelengkapan ruang belajar di pesantren yang berada di Jalan Permata 2, Gang Berlian, Air Merbau, tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *