Deskripsi Gambar

Belitung TimurBeritaPertambangan

Jangan Jalan Sendiri! Khairul Edi Minta Penambang Belitung Timur Pilih Musyawarah Ketimbang Gejolak

×

Jangan Jalan Sendiri! Khairul Edi Minta Penambang Belitung Timur Pilih Musyawarah Ketimbang Gejolak

Sebarkan artikel ini

Jangan Jalan Sendiri! Khairul Edi Minta Penambang Belitung Timur Pilih Musyawarah Ketimbang Gejolak (E: Yosua.Asw)

BELITUNG TIMUR, LIPUTANSATU .COM, — Ketika persoalan mulai menyentuh kepentingan ekonomi dan menyangkut hajat hidup banyak orang, emosi mudah menjadi bahan bakar. Namun Khairul Edi Hanafi, warga Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, mengingatkan masyarakat Belitung Timur agar tidak membiarkan persoalan pertimahan menyeret daerah ke dalam gejolak.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para penambang, mengedepankan kepala dingin, komunikasi dan musyawarah dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul di lapangan.

Menurut Khairul, aspirasi masyarakat bukan sesuatu yang harus dibungkam. Namun, penyampaiannya harus melalui cara yang tepat agar perjuangan terhadap kepentingan masyarakat tidak justru berbalik menjadi persoalan baru.

“Kami mengajak seluruh warga Belitung Timur untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, kestabilan, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Apa yang telah terjadi hendaknya menjadi cambuk bagi kita untuk berbuat lebih baik ke depan,” katanya.

Khairul juga meminta para penambang menghargai langkah pemerintah dan berbagai pihak yang tengah berupaya mencari jalan keluar terhadap persoalan pertimahan.

Mulai dari harga timah hingga keberlangsungan pembelian hasil tambang di lapangan, menurutnya, merupakan persoalan yang membutuhkan komunikasi dan kerja bersama. Tidak ada persoalan yang akan selesai jika masing-masing pihak memilih berjalan sendiri.

“Teman-teman penambang, mari kita hargai kerja keras pemerintah. Orang-orang tua kita yang ada di pusat maupun di daerah, khususnya di Belitung Timur, telah berikhtiar menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengupayakan agar harga timah dan pembeli di lapangan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat penambang di Desa Batu Penyu agar tidak mengambil keputusan secara sepihak ketika menghadapi persoalan di lapangan.

“Kalau ada hal-hal di lapangan yang kurang berkenan, mari kita duduk bersama dan bermusyawarah. Jangan mengambil keputusan sendiri-sendiri karena kita memiliki pemerintah, pihak yang mengayomi, dan pihak yang membantu kita,” tegasnya.

Menurut Khairul, keberadaan pemerintah dan berbagai unsur yang mengayomi masyarakat seharusnya menjadi ruang untuk mencari solusi. Sebab, keputusan yang diambil dalam suasana emosi berpotensi menimbulkan akibat yang jauh lebih besar daripada persoalan awalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *