Deskripsi Gambar

BeritaNasionalPertambangan

Tak Lagi Mengandalkan Tenaga Manual, PT TAJ Bantu Petani Mangkauk Bangkitkan Produktivitas

×

Tak Lagi Mengandalkan Tenaga Manual, PT TAJ Bantu Petani Mangkauk Bangkitkan Produktivitas

Sebarkan artikel ini

Namun yang paling penting, bantuan itu diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas milik kelompok tani. Peralatan tersebut diharapkan dimanfaatkan bersama secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kepala Desa Mangkauk, M. Subeli, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai dukungan PT TAJ dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan potensi pertanian desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Tanjung Alam Jaya atas bantuan yang diberikan kepada Kelompok Tani Pancahan. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Subeli berharap program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan perusahaan dapat terus berlanjut. Menurutnya, semakin memadai sarana pertanian, semakin besar pula peluang petani mengembangkan usaha mereka.

Bagi para petani, hadirnya satu unit traktor dan mesin perontok padi bisa berarti penghematan waktu dan tenaga. Sesuatu yang terlihat sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi mereka yang setiap hari menggantungkan hidup dari lahan.

Melalui “TAJ Berbagi”, PT Tanjung Alam Jaya terus mengembangkan program PPM dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dukungan terhadap pertanian menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang diarahkan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan dan sarana untuk terus bergerak secara mandiri.

Sebagai bagian dari PT TIMAH (Persero) Tbk, PT TAJ juga berupaya menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan sejalan dengan pembangunan berkelanjutan.

Di Mangkauk, sebuah traktor dan mesin perontok padi kini menjadi simbol sederhana dari sebuah harapan besar: petani bekerja lebih ringan, produksi meningkat, dan ketahanan pangan tumbuh dari tangan masyarakat sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *