Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPemerintahan

Pemkot Pangkalpinang Tekankan Sekolah Nyaman dan Ramah Anak

×

Pemkot Pangkalpinang Tekankan Sekolah Nyaman dan Ramah Anak

Sebarkan artikel ini

Selain sarana fisik, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penerapan kurikulum sesuai regulasi, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak dan bebas perundungan.

“Sekolah harus ramah anak. Jangan ada bullying. Ini isu serius yang harus kita awasi bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menjelaskan bahwa rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan terkait arah kebijakan dan pembangunan pendidikan ke depan. Sebanyak 123 kepala sekolah hadir, terdiri dari 91 SD dan 32 SMP, baik negeri maupun swasta.

“Rakor ini merupakan agenda rutin tahunan untuk menyatukan persepsi dan langkah strategis dalam memajukan pendidikan Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Erwandy mengapresiasi kontribusi seluruh satuan pendidikan yang telah mendorong capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkalpinang menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“IPM Pangkalpinang tahun 2025 mencapai 81,64, tertinggi se-Babel dan berada di atas rata-rata nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Harapan Lama Sekolah Kota Pangkalpinang telah mencapai 13,50 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 10,90 tahun, juga tertinggi di Babel.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh satuan pendidikan. Kebijakan pimpinan daerah jelas, tidak ada lagi sekolah favorit. Mutu semua sekolah harus merata,” tegas Erwandy.

Dalam rakor tersebut, Disdikbud juga membahas lima isu strategis, meliputi penyamaan persepsi pengelolaan pendidikan dalam mendukung visi-misi kepala daerah dan Smart City Pangkalpinang 2030, sinkronisasi program prioritas melalui forum rembuk kepala sekolah, penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, tata kelola dan akuntabilitas dana BOS dan BOSD menjelang audit BPK, serta penguatan mutu dan pemerataan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *