Pesan itulah yang terus dibawa mahasiswa selama aksi berlangsung.
Mereka percaya, kampus tidak boleh menjadi menara gading yang hanya menghasilkan diskusi, teori dan gagasan tanpa menyentuh persoalan nyata masyarakat.
Mahasiswa harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Harus bergerak ketika yang lain mungkin masih bertanya harus berbuat apa.
Dan harus menjadi bagian dari solusi, meski dimulai dari langkah yang kecil.
BEM bersama Keluarga Besar ORMAWA Universitas Pertiba juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan melalui donasi.
Seluruh dana yang terkumpul akan dihimpun dan disalurkan melalui mekanisme yang telah ditentukan kepada pihak atau lembaga yang dipercaya untuk membantu masyarakat terdampak.
Bagi mahasiswa, aksi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Namun pesan yang ingin ditinggalkan jauh lebih panjang dari durasi kegiatan.
Bahwa kepedulian tidak membutuhkan jabatan.
Tidak membutuhkan panggung.
Bahkan tidak membutuhkan jumlah uang yang besar.
Kepedulian hanya membutuhkan kemauan untuk bergerak.
Di Pangkalpinang, para mahasiswa memilih untuk turun ke jalan.
Dan dari sebuah lampu merah, mereka mencoba menyalakan sesuatu yang jauh lebih penting: harapan.
GERAK BERSAMA, PEDULI SESAMA
“Satu Kepedulian, Jutaan Harapan.”
BEM UNIVERSITAS PERTIBA
BERSAMA KELUARGA BESAR ORMAWA UNIVERSITAS PERTIBA
PEDULI NTT & KALIMANTAN













