Delapan Langkah Strategis, Bangka Selatan Bergerak Akhiri Masalah Sampah (P/E: Tono.Asw)
TOBOALI, LIPUTANSATU.COM, — Persoalan sampah di Bangka Selatan kini ditangani dengan pendekatan yang lebih terarah dan menyeluruh. Kunjungan Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, Sayid Muhadhar, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pengelolaan persampahan, Jumat (17/4).
Dalam pertemuan di Ruang Bupati, dibahas delapan langkah strategis yang menjadi fondasi pembenahan sistem pengelolaan sampah. Fokus utamanya adalah membangun alur yang utuh—dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengelolaan di tingkat tengah, hingga optimalisasi TPA sebagai tahap akhir.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Karena itu, penguatan edukasi dan sosialisasi melalui program KIE akan digencarkan. Di sisi lain, keberfungsian fasilitas seperti bank sampah, TPST, dan TPS3R juga menjadi perhatian agar tidak sekadar ada, tetapi benar-benar beroperasi optimal.
Pengawasan terhadap pengelolaan landfill oleh pihak ketiga juga diperketat, minimal setara dengan standar UPTD. Tak kalah penting, pemerintah daerah didorong untuk membentuk kawasan bebas sampah di tingkat desa dan kelurahan, serta menghidupkan kembali semangat Sekolah Adiwiyata sebagai basis pendidikan lingkungan.
Target tegas pun dicanangkan: tidak ada lagi TPS liar di wilayah Bangka Selatan.






