Harry Budi Sidharta mengatakan keberangkatan ERG merupakan bagian dari kontribusi PT TIMAH dalam misi kemanusiaan pascabencana.
Ia menyebut kondisi di sejumlah wilayah memang mulai membaik. Namun, pemulihan belum selesai karena masih ada kebutuhan masyarakat yang harus ditangani.
“Yang paling penting kita luruskan niat untuk kemanusiaan. Alhamdulillah, melalui PT TIMAH kita diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk memberikan bantuan kemanusiaan di NTT,” ujar Harry.
Ia berpesan agar seluruh anggota tim bekerja dengan profesional dan tidak berjalan sendiri. Komunikasi serta koordinasi dengan pihak-pihak di lokasi bencana harus menjadi bagian penting dalam setiap langkah.
“Saya berpesan kepada tim untuk bersikap profesional, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik. Kita harapkan semua dapat menjalankan misi kemanusiaan dengan sehat. Semoga perjalanan ini menjadi ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Ketua ERG PT TIMAH, Ali Samsuri. Ia mengingatkan bahwa sembilan personel yang berangkat membawa nama perusahaan sekaligus menjadi wajah PT TIMAH di tengah masyarakat terdampak bencana.
“Kawan-kawan semua adalah perwakilan PT TIMAH. Jaga nama baik PT TIMAH dan jaga kesehatan. Kekompakan tim harus dijaga,” pesannya.
Ali berharap seluruh personel dapat memberikan kontribusi terbaik selama menjalankan tugas. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekecil apa pun bentuknya.
Karena dalam situasi bencana, satu tenaga medis yang datang, satu bantuan yang tersalurkan, atau satu tangan yang menguatkan, bisa berarti lebih dari sekadar pertolongan.
Di tanah Flores yang pernah diguncang gempa, misi sembilan personel ERG PT TIMAH membawa pesan sederhana: ketika masyarakat membutuhkan, kepedulian harus datang.













