Deskripsi Gambar

BeritaLokalNasionalPertambangan

Dari Laut Kundur hingga Hilirisasi, Finalis MediaMIND Mengupas Wajah Pertambangan Bertanggung Jawab PT TIMAH

×

Dari Laut Kundur hingga Hilirisasi, Finalis MediaMIND Mengupas Wajah Pertambangan Bertanggung Jawab PT TIMAH

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Wishnu Bagus Prasetyo dari Investortrust.id menyoroti pentingnya program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT TIMAH. Menurutnya, keberhasilan industri pertambangan juga perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia bahkan tertarik mendalami perubahan kondisi desa sebelum dan selama aktivitas pertambangan berlangsung, termasuk bagaimana pemerintah desa dan masyarakat memandang masa depan wilayahnya setelah kegiatan pertambangan berakhir.

Perspektif tersebut sejalan dengan semangat MediaMIND yang tidak hanya mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga memperluas pemahaman jurnalis terhadap industri pertambangan nasional.

Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, mengatakan MediaMIND dirancang sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana edukasi bagi jurnalis untuk mengenal lebih dekat dinamika sektor pertambangan dan perannya dalam pembangunan nasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi para jurnalis untuk melihat secara langsung bagaimana sektor pertambangan dijalankan, bagaimana proses hilirisasi dilakukan, serta bagaimana perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” jelasnya.

Dalam babak final, peserta MediaMIND mengunjungi sejumlah wilayah operasional anggota Grup MIND ID, termasuk area operasional PT TIMAH di Kepulauan Riau. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk menyaksikan langsung aktivitas perusahaan sekaligus menggali berbagai perspektif mengenai pengelolaan sumber daya alam.

Bagi PT TIMAH, agenda ini menjadi ruang keterbukaan informasi sekaligus sarana memperkenalkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab kepada insan pers.

Sebab, masa depan industri timah tidak semata ditentukan oleh seberapa besar produksi yang dihasilkan. Ukurannya juga terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi, kelestarian lingkungan, penguatan masyarakat, dan penciptaan nilai tambah bagi bangsa.

Dari laut Kundur, para finalis MediaMIND mendapatkan satu gambaran penting: pertambangan yang berkelanjutan bukan hanya tentang mengambil kekayaan alam, melainkan juga tentang tanggung jawab dalam mengelolanya dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *