Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Dari Artefak Timah hingga Kisah Depati Amir, 150 Pelajar Serap Sejarah Babel di Museum Timah Indonesia

×

Dari Artefak Timah hingga Kisah Depati Amir, 150 Pelajar Serap Sejarah Babel di Museum Timah Indonesia

Sebarkan artikel ini

Ia menilai pengalaman belajar secara langsung dapat membantu siswa memahami sejarah secara lebih konkret. Karena itu, Redi berharap MTI terus mengembangkan materi edukasi dan menambah koleksi artefak sehingga museum semakin kaya akan sumber pengetahuan bagi pelajar dan masyarakat.

Bagi para siswa, setiap koleksi menghadirkan cerita yang berbeda. Mohammad Fazil, misalnya, tertarik mengamati benda-benda berbahan timah, seperti koin, perhiasan, dan peralatan makan yang memperlihatkan beragam pemanfaatan logam tersebut.

Tak hanya itu, ia juga mempelajari berbagai jenis batuan dan pasir, peralatan pertambangan, serta alat angkut hasil tambang yang pernah digunakan pada masa lalu. Pengamatan langsung itu memberinya gambaran lebih jelas tentang aktivitas pertambangan yang menjadi bagian dari perjalanan daerahnya.

Fazil menilai pembelajaran di museum terasa lebih menarik karena ia tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat melihat benda-benda yang berkaitan langsung dengan materi pelajaran.

Sementara itu, Saqillah Zalyara, siswi kelas VIII, menemukan ketertarikan tersendiri pada kisah perjuangan Depati Amir. Di antara berbagai informasi yang tersedia, sejarah tokoh tersebut mendorongnya membaca materi berulang kali demi memahami lebih jauh perjuangan yang menjadi bagian dari sejarah Bangka Belitung.

Pengalaman Saqillah menunjukkan bahwa kunjungan museum tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang pertambangan. Museum juga membuka ruang bagi pelajar untuk mengenal tokoh, nilai perjuangan, dan perjalanan sosial yang membentuk identitas daerah.

Melalui kegiatan *outing class* ini, Museum Timah Indonesia menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan nyata. Koleksi sejarah bukan lagi sekadar benda yang dipajang, melainkan sumber pengetahuan yang membantu generasi muda memahami asal-usul daerah sekaligus menghargai warisan sejarahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *