Karena itu, peserta yang nantinya terpilih diminta tidak cepat berpuas diri.
Wahyu mengingatkan mereka agar tetap tawaduk, menjauhi kesombongan dan menjaga nama baik Bangka Tengah ketika tampil di tingkat provinsi.
“Kepada para peserta yang terpilih mewakili Kabupaten Bangka Tengah di MTQH tingkat provinsi, saya berpesan, jagalah amanah ini. Bukan hanya mengejar juara, tetapi jadilah duta Al-Qur’an yang membawa nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tingkat nasional,” ujarnya.
Senada, Kepala Kantor Kemenag Bangka Tengah Jamaludin menegaskan bahwa penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya proses pembinaan.
Pembinaan akan terus dilanjutkan melalui pola luring dan daring. Para peserta diminta tetap berlatih secara mandiri dan menjaga komunikasi dengan pembina serta pelatih.
“Penutupan hari ini secara seremonial kita tutup, tetapi pola pembinaannya tetap berjalan secara daring maupun luring. Silakan terus berlatih secara mandiri dan berkoordinasi dengan para pelatih,” ujar Jamaludin.
Optimisme pun mengiringi langkah para calon kafilah.
Dengan persiapan mental, fisik, kemampuan dan dukungan pemerintah daerah, kafilah Bangka Tengah diharapkan mampu tampil maksimal dan mengukir prestasi pada MTQH XV tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua atau awal November 2026. Kali ini, Bangka Tengah bukan hanya akan mengirimkan peserta.
Bangka Tengah juga akan menjadi tuan rumah.
Dan sebelum panggung besar itu dibuka, 63 calon kafilah telah lebih dulu belajar satu hal penting: kemenangan bukan hanya tentang berdiri paling tinggi di podium, tetapi tentang bagaimana membawa amanah dengan rendah hati.
Sebab menjadi duta Al-Qur’an bukan sekadar soal menjadi juara.
Ada nama daerah yang harus dijaga, ada ilmu yang harus diamalkan, dan ada kemuliaan Al-Qur’an yang harus tercermin dalam setiap langkah.













