“Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Karena itu, Juhaini berharap sinergi Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan PT TIMAH dapat terus diperkuat dan ditingkatkan.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 50 tahun PT TIMAH.
“Selamat ulang tahun ke-50 PT TIMAH Tbk. Semoga PT TIMAH semakin jaya, semakin berkembang, semakin memberi manfaat, dan terus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal. Ia menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam kegiatan donor darah tersebut.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini khususnya kerja sama dengan PMI dalam rangka donor darah massal dengan target kurang lebih 200 kantong darah. Tiap tahun kami selalu bermitra dengan PT TIMAH, semoga ke depannya kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” ujar Iqbal.
Bagi PMI, 235 kantong darah yang berhasil dikumpulkan bukan sekadar pencapaian kegiatan. Donor darah memiliki arti nyata untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di situlah makna Bulan Bakti menemukan bentuknya.
PT TIMAH merayakan usia emasnya bukan hanya dengan menghitung tahun yang telah berlalu, tetapi dengan menghitung manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.
Dari Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kundur hingga Jakarta, rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH terus bergerak membawa semangat yang sama.
Sebab pada akhirnya, sebuah perusahaan tidak hanya dikenang karena berapa lama ia berdiri.
Ia akan lebih lama dikenang karena berapa banyak kehidupan yang pernah disentuhnya.













