Ketika Pelayanan Bertemu Pemberdayaan
Lurah Sungaibaru, Sudirman, menegaskan bahwa Sungaibaru Fair dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan masyarakat: olahraga, ekonomi, kesehatan, sosial, kebersamaan, hingga pelayanan publik.
“Dengan kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Mereka menjadi bagian dari kegiatan, sekaligus ikut menunjukkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Sudirman mengatakan, keberadaan PRIMA menjadi salah satu langkah untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang semakin cepat dan mudah.
Sementara Sungaibaru Fair menjadi ruang untuk memperkuat interaksi sosial dan ekonomi warga.
“Sungaibaru Fair tidak hanya menjadi ajang promosi UMKM dan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi, menggali potensi masyarakat, menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan Kelurahan Sungaibaru,” terangnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT TIMAH atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kontribusi PT TIMAH cukup banyak dalam kegiatan ini. Kami atas nama warga dan Pemerintah Kelurahan Sungaibaru mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungannya,” tutup Sudirman.
Sungaibaru Fair akhirnya meninggalkan pesan yang lebih dalam dari sekadar kemeriahan sebuah acara. Di satu sisi, UMKM diberi panggung. Di sisi lain, pelayanan publik didorong masuk ke era digital.
Sebab pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan warga lebih mudah dilayani, lebih leluasa berusaha, dan lebih kuat mengambil bagian dalam menentukan masa depan lingkungannya.













