Riwayat hipertensi, diabetes dan berbagai penyakit kronis lainnya akan menjadi bagian penting dalam pemantauan tersebut. Pemeriksaan rutin nantinya dapat dilakukan melalui puskesmas maupun unit geriatri RSUD Depati Hamzah.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari target pemerintah meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Pangkalpinang. Prof. Udin menyebut angka harapan hidup warga saat ini berada di kisaran 72 hingga 75 tahun.
“Tujuan akhir daripada pendirian geriatri ini adalah bagaimana kita meningkatkan harapan hidup masyarakat Kota Pangkalpinang,” tegasnya.
Namun, pemerintah tidak ingin layanan geriatri berhenti di balik dinding rumah sakit. Pengembangan homecare juga disiapkan untuk menjangkau lansia yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Bahkan, Prof. Udin membayangkan adanya kendaraan khusus yang dapat mendatangi lansia ke rumah ketika mereka membutuhkan pertolongan.
“Kalau ada lansia sakit, telepon Pak Tamrin, sakit langsung datang pakai mobil menemui para lansia, mengobatinya. Kalau memang perlu dibawa ke rumah sakit, bawa ke unit gawat darurat,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu penyakit menjadi berat sebelum memeriksakan diri. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menjaga kondisi kesehatan tetap terkendali.
Pada saat yang sama, Pemkot Pangkalpinang menegaskan bahwa layanan kesehatan harus terbuka bagi semua warga, tanpa membedakan tingkat penghasilan.
“Kita berharap layanan-layanan kesehatan di Kota Pangkalpinang ke depannya menjadi lebih baik kepada seluruh masyarakat dengan keadilan, tidak pandang bulu. Masyarakat yang berpenghasilan rendah, sedang, tinggi, kita semua sama,” ujarnya.
Pemkot juga mengingatkan kembali program layanan kesehatan yang memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan berobat menggunakan KTP.
Bagi warga yang membutuhkan, pemerintah menyiapkan anggaran untuk mendukung akses layanan kesehatan, termasuk membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami kesulitan membayar iuran BPJS.
“Pemerintah kota menyiapkan anggaran yang cukup untuk melayani masyarakat yang memerlukan,” katanya.
Dengan demikian, Gedung Geriatri RSUD Depati Hamzah tidak sekadar menjadi bangunan baru di lingkungan rumah sakit. Ia diproyeksikan menjadi bagian dari sistem pelayanan yang membawa kesehatan lebih dekat kepada lansia—dari ruang pemeriksaan, ruang interaksi, hingga pelayanan yang kelak dapat mengetuk pintu rumah mereka.













