“Sebanyak 210 paket bantuan disiapkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas yang diberikan PT TIMAH,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan itu dapat membantu memulihkan semangat belajar anak-anak sekaligus memastikan musibah yang mereka alami tidak menjadi penghambat keberlanjutan pendidikan.
Di balik program-program tersebut, ada cerita dan harapan dari para penerima manfaat. Kirana, siswi SMAN 1 Pemali asal Selat Nasik, Kabupaten Belitung, merupakan salah satu penerima beasiswa PT TIMAH yang tengah memperjuangkan cita-citanya.
Ia memiliki impian menjadi seorang guru. Kesempatan belajar melalui program beasiswa PT TIMAH menjadi ruang baginya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Cita-cita saya ingin menjadi guru. Saya ingin belajar lebih banyak dan mendapatkan lingkungan yang bisa membantu saya berkembang, salah satunya melalui program Kelas Beasiswa PT TIMAH,” tutur Kirana.
Ia berharap program beasiswa tersebut tetap berlanjut sehingga semakin banyak anak berprestasi dari keluarga sederhana dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang berkualitas.
Harapan yang sama juga datang dari Nindy Syahputri, siswi asal MTsN Karimun, Kepulauan Riau. Ia mengikuti seleksi program beasiswa dengan membawa tekad untuk menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan mampu membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya ingin lebih fokus belajar, mengembangkan potensi diri, dan suatu hari nanti bisa menjadi guru yang bermanfaat bagi banyak orang. Program ini sangat membantu keluarga kami dan menjadi jalan saya untuk meraih cita-cita,” katanya.
Kisah Kirana dan Nindy memperlihatkan bahwa akses pendidikan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda. Di balik bantuan dan program yang dijalankan, terdapat harapan anak-anak daerah untuk mengubah masa depan melalui ilmu pengetahuan.
Bagi PT TIMAH, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasionalnya. Melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta kepedulian terhadap kebutuhan siswa, perusahaan berupaya ikut membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Pada akhirnya, Generasi Emas 2045 tidak lahir dengan sendirinya. Generasi tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pendidikan yang berkualitas, kesempatan yang merata, dan kepedulian berbagai pihak.
PT TIMAH meyakini bahwa setiap dukungan terhadap pendidikan merupakan investasi masa depan. Karena dari anak-anak yang memperoleh kesempatan belajar hari ini, akan lahir pemimpin, tenaga profesional, dan generasi penerus yang kelak memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.













