Deskripsi Gambar

Bangka SelatanBerita

Berangkat untuk Maulid, Pulang Tinggal Nama: Dua Nyawa Melayang di Tikungan Jeriji

×

Berangkat untuk Maulid, Pulang Tinggal Nama: Dua Nyawa Melayang di Tikungan Jeriji

Sebarkan artikel ini

“Jangan biarkan kendaraan lewat dulu. Amankan jalan, tunggu petugas datang,” sahut warga lainnya.

Tetapi di balik kerumunan dan kepanikan itu, dua kehidupan telah berhenti.

Kasat Lantas Polres Bangka Selatan IPTU Widi Tupilia, S.H., membenarkan kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi laka lantas yang melibatkan sepeda motor Yamaha NMAX dan mobil Honda BR-V di ruas jalan Desa Jeriji. Pengendara motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Toboali saat memasuki tikungan dan hilang kendali,” kata Widi.

Menurutnya, benturan keras menyebabkan dua orang yang berada di sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Bangka Selatan kemudian melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Kasus tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian.

Tragedi ini kembali mengingatkan bahwa perjalanan puluhan kilometer bisa berakhir hanya dalam beberapa meter.

Kecepatan yang semula dianggap mampu memangkas waktu, justru bisa memangkas masa depan. Tikungan yang terlihat biasa saja dapat berubah menjadi batas antara hidup dan mati ketika dilalui tanpa kewaspadaan.

Karena itu, Satlantas Polres Bangka Selatan meminta seluruh pengguna jalan tidak memacu kendaraan secara berlebihan. Kecepatan harus dikurangi saat memasuki tikungan, batas kecepatan wajib dipatuhi, dan perlengkapan keselamatan seperti helm standar SNI harus digunakan.

Maulid yang hendak dihadiri seharusnya menjadi ruang untuk merayakan kehidupan dan mempererat silaturahmi.

Namun hari itu, sebuah keluarga justru harus menerima kabar paling pahit: orang yang mereka tunggu pulang, tak akan pernah kembali.

Jalan raya memang membawa manusia menuju tujuan. Tetapi jika keselamatan diabaikan, jalan yang sama juga bisa menjadi tempat sebuah perjalanan berakhir untuk selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *