Deskripsi Gambar

Belitung TimurBeritaPertambangan

Belitung Timur Masih Terikat Timah: Ketika Tambang Sepi, Warung dan UMKM Ikut Kehilangan Pembeli

×

Belitung Timur Masih Terikat Timah: Ketika Tambang Sepi, Warung dan UMKM Ikut Kehilangan Pembeli

Sebarkan artikel ini

“Kalau timah goyang, kelihatan benar. Belitung Timur memang masih belum bisa move on dari timah,” ujar Endang.

Karena itu, ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian terhadap masa depan aktivitas pertambangan timah.

Endang memahami bahwa pertambangan harus mengikuti aturan. Namun, ia meminta agar penyelesaian persoalan timah juga mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Menurutnya, kepastian harga dan akses pemasaran harus menjadi perhatian.

“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Endang juga mendorong sosialisasi aturan pertambangan dilakukan secara lebih intensif agar masyarakat memahami mekanisme yang berlaku.

Ia berharap PT TIMAH tidak menjaga jarak dengan masyarakat, tetapi justru memperbanyak ruang dialog.

“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT TIMAH jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.

Menurut Endang, komunikasi yang terbuka antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat akan membantu mengurangi kesalahpahaman.

Masyarakat juga harus diberi ruang untuk mengetahui kebijakan secara langsung, bukan hanya melalui potongan informasi yang beredar di media sosial.

Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya AI, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada setiap informasi yang muncul di layar ponsel.

“Sekarang zamannya AI. Kita harus bisa melihat mana berita yang hoaks dan mana yang benar-benar nyata. Jangan semuanya ditelan mentah-mentah. Jangan sampai informasi yang kita terima justru merugikan diri sendiri, orang lain, dan keluarga,” pesannya.

Belitung Timur kini berada di persimpangan.

Timah masih menjadi denyut penting ekonomi masyarakat, tetapi ketergantungan terhadap satu komoditas juga menyimpan risiko ketika harga, produksi atau perdagangan terguncang.

Karena itu, kepastian dalam tata kelola timah harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat UMKM dan sektor ekonomi lainnya.

Sebab ekonomi daerah yang sehat bukanlah ekonomi yang hanya hidup ketika timah bergairah.

Ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang mampu tetap bernapas, bahkan ketika timah sedang goyah.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *