Investasi Masa Depan Dimulai dari Rumah, PT TIMAH Gandeng BKKBN Dampingi Orang Tua dan Anak di Karimun (E: Yosua.Asw)
KARIMUN, LIPUTANSATU.COM, – Keluarga merupakan sekolah pertama bagi seorang anak. Dari lingkungan inilah karakter dibentuk, kecerdasan dikembangkan, dan kualitas sumber daya manusia masa depan mulai ditentukan.
Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi unggul, PT TIMAH (Persero) Tbk memperkuat kepedulian sosial melalui kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui layanan rujukan bagi orang tua dan anak di TPA Darul Mukmin, Kabupaten Karimun, sebagai bagian dari Program Prioritas Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Batch II.
Program ini tidak sekadar menghadirkan layanan konsultasi, tetapi juga membuka ruang bagi orang tua untuk memahami lebih jauh kebutuhan perkembangan anak. Terlebih, pengenalan dini terhadap potensi gangguan tumbuh kembang menjadi langkah penting agar anak mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai.
Sebanyak delapan pasangan orang tua bersama delapan anak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memperoleh layanan konseling dan pendampingan yang melibatkan tenaga profesional, termasuk dokter spesialis anak, psikolog anak, serta tenaga pendukung lainnya.
Penata Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB) Ahli Muda BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Sri Parwanti, mengatakan layanan rujukan menjadi salah satu instrumen penting dalam program TAMASYA yang memiliki empat bentuk layanan pendampingan.
Ia menjelaskan, pendampingan tersebut difokuskan pada upaya mengidentifikasi secara dini kemungkinan gangguan tumbuh kembang anak, di antaranya keterlambatan bicara (speech delay) dan autisme.
“Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli seorang psikolog agar hasil identifikasi dapat ditindaklanjuti melalui penanganan yang tepat sasaran. Dengan demikian, orang tua juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan perkembangan anak,” ujarnya.
Menurut Sri Parwanti, keberadaan tenaga profesional menjadi bagian penting dalam memastikan proses identifikasi berjalan tepat. Orang tua tidak hanya memperoleh informasi mengenai kondisi anak, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang langkah pendampingan yang perlu dilakukan selanjutnya.













